Showing posts with label nopita. Show all posts
Showing posts with label nopita. Show all posts

Monday, July 27, 2020

Kegelapan

Mengenal tentang kegelapan yang memiliki perbedaan sudut pandang.

Terkadang tak banyak dari kita suka dengan kegelapan
Alasannya, karena kegelapan menciptakan ketenangan 
Suasana yang tak sedikit membuat kita nyaman
Dengannya, kita bisa membungkam hiruk-pikuk keramaian 
Menepis segala omong kosong orang-orang
Bahkan membunuh segala ocehan kejahatan
Bersama gelap, kita bisa berdiskusi dengan diri sendiri
Mengenai hidup dan mengenai hati
Mengenai baik diri dan mengenai buruk diri

Namun, berbeda dengan lain sudut pandang
Baginya, kegelapan membungkus diri dalam kesunyian 
Membuat takut teringat akan kematian
Baginya pula, kegelapan tidak bisa dijadikan teman
Sebab, kegelapan mengantarkan kita pada kesendirian, juga kesepian

Monday, July 13, 2020

Perkara Tentang Luka

Ku rasa tak ada yang suka saat terluka
Tak ada yang justru bahagia karena luka, atau bahkan mungkin tertawa karena luka
Mustahil rasanya
Jika pun ada, mungkin orang itu sudah gila

Perbincangan manusia menyabdakan bahwa luka yang terlihat akan cepat pulih dibandingkan luka tak kasat mata
Orang akan mudah mengobati luka 'sesungguhnya' dengan obat merah, tapi tidak dengan luka yang kasat rasa.
Lukanya jauh lebih pedih kah?
Kebanyakan dari kita terlalu menghayati kesedihan sampai berlarut-larut
Kita tak punya kelapangan hati untuk melupakan. Terlalu inisiatif untuk membalas kesedihan, sampai-sampai kita lupa bahwa luka yang dirasa saat ini tercipta sebagai pengantar kebahagiaan.

Tak ada yang tak pernah terluka, bukan?
Dan masing-masing orang tertimpa luka dengan kadar sedih yang berbeda
Tak mungkin sama
Dan terkadang orang lain tak akan mengerti dengan kadar kesedihan kita
Yang pasti, kesedihan yang kita alami tak mungkin menetap
Ada bahagia yang juga ingin bertamu untuk berpijak
Dan bahagia tak akan pernah salah bertamu dengan tuannya.

Thursday, January 24, 2019

Cerita Singkat

Kamis, 24 Januari 2019

Cerita singkat yang berbalas tentang hujan
"Dear hujan, kita kan teman. berhentilah sesaat sampai aku di tempat istirahat."
"Dear kamu, berhentilah menggerutu hingga mulutmu bisu."
"Dear kamu, bukan begitu. Kau tahu? Langit sudah tak biru. Itu artinya sudah waktunya beristirahat duniaku. Sebab esok, duniaku akan bergulat dengan sosok yang cukup mengganggu."
"Iya aku tahu semua yang kau ucap seperti itu, tapi tunggu dulu jangan kau berkata melulu, hujan turun bukan untuk menghentikan langkahmu, ia hanya ingin dunia tahu bahwa langit sedang berduka karna ulah kawan kawanmu."
"Kau bilang kawanku? Itu berarti termasuk kah dirimu? Oo.. jadi hujan ini sebab ulah-ulahmu?
Iya maaf, ini karna aku yang rindu masalalu itu, aku berdoa supaya iya turun lebih lama dari yang kau mau."
"Apa katamu? Kau bilang hujan ini faktor rindumu? Untuk apa kau merindu masa lalu? Berhentilah merindu. Jangan lagi mengingat masa itu."
"Hanya sejenak semua itu terputar dalam ingatanku, namun tanpa sengaja aku menjadikan doa dalam rindu. Jika melupa adalah cara terbaik untukku, aku akan melupakan semua memori masa itu."
"Ku rasa melupa adalah sebuah keharusan. Agar kau tak lagi terbesit ia dalam ingatan. Cukuplah lirih-lirih saat malam kau ucapkan. Sembari menemanimu di peristirahatan, setelah berdialog dengan alam."

"Perlu kau tahu, akibat rindumu yang terlalu, hujan mengguyur tubuh kecilku. Tak baik menyiksaku hanya karena rindumu yang muncul tak tahu waktu."


Namun hujan selalu tau bagaimana caranya ia turun agar tetap dirindu 😊

Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin menyerah Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin berhenti sejenak Namun apakah bol...