Sunday, July 26, 2020

Kesunyian Malam

Mentari mulai menghilang
Langit mulai menggelap
Bulan dan bintang kini terlihat
Malam, itulah kata yang tepat

Gelap, sunyi, sepi begitu terasa
Tak jarang rasa takut pun menghampiri
Angin yang berhembus pelan
Membuat kesunyian menjadi ketenangan

Kesunyian malam membuat diri mengingat kehidupan
Yang lalu, sekarang bahkan impian masa depan
Malamku selalu dalam ingatan

Saturday, July 18, 2020

MENCINTAI ATAU DICINTAI

Perkara mencintai atau dicintai sudah menjadi hal yang biasa
Mencintai atau dicintai sama sama butuh usaha
Usaha untuk mendapatkan apa yang dicinta
Usaha untuk mempertahankan yang mencinta

Perkara mencintai atau dicintai tak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari
Perasaan yang sering hadir
Perasaan yang tak bisa dipungkiri oleh sang pemilik rasa

Namun, rasa itu sungguh tak biasa
Dan, entah bagaimana rasa itu bisa hadir ke dalam setiap hati
Rasa yang dapat merubah sesorang menjadi orang yang tak biasa
Bahkan dapat merubah kebiasannya

Lalu, tentu tidak salah dengan apa yang yang dirasa oleh pemilik rasa
Hanya saja, ia harus bersiap kapan pun rasa itu membuatnya sakit
Dan bersiap untuk kembali memulai menumbuhkan rasa

Monday, July 13, 2020

Perkara Tentang Luka

Ku rasa tak ada yang suka saat terluka
Tak ada yang justru bahagia karena luka, atau bahkan mungkin tertawa karena luka
Mustahil rasanya
Jika pun ada, mungkin orang itu sudah gila

Perbincangan manusia menyabdakan bahwa luka yang terlihat akan cepat pulih dibandingkan luka tak kasat mata
Orang akan mudah mengobati luka 'sesungguhnya' dengan obat merah, tapi tidak dengan luka yang kasat rasa.
Lukanya jauh lebih pedih kah?
Kebanyakan dari kita terlalu menghayati kesedihan sampai berlarut-larut
Kita tak punya kelapangan hati untuk melupakan. Terlalu inisiatif untuk membalas kesedihan, sampai-sampai kita lupa bahwa luka yang dirasa saat ini tercipta sebagai pengantar kebahagiaan.

Tak ada yang tak pernah terluka, bukan?
Dan masing-masing orang tertimpa luka dengan kadar sedih yang berbeda
Tak mungkin sama
Dan terkadang orang lain tak akan mengerti dengan kadar kesedihan kita
Yang pasti, kesedihan yang kita alami tak mungkin menetap
Ada bahagia yang juga ingin bertamu untuk berpijak
Dan bahagia tak akan pernah salah bertamu dengan tuannya.

Saturday, July 11, 2020

Luka

Bahagiaku bersamamu
Bahagiaku melihat senyum indahmu
Setiap hari bisa melihatmu
Namun kini tak seperti dulu
Semua bahagiaku hilang bersama hilangnya dirimu

Kamu, yang dulu menjanjikan kebahagian
Menjanjikan memberi ketenangan
Dalam setiap peluk hangat yang kau berikan
Namun semua hanyalah kenangan

Kamu, hanyalah sebuah kenangan
Kamu, hanyalah sebuah memori indah yang telah terkubur dalam
Kamu, hanyalah seseorang yang hanya bisa menjanjikan hal indah tanpa kepastian

Kini terasa sungguh berbeda
Hari-hari yang ku lalui terasa hampa
Tertawa tanpa tahu apa yang ditertawakan
Menangis tanpa tahu apa yang membuat air mata terjatuh

Kamu,
Begitu banyak memori yang kita rangkai bersama
Begitu banyak impian tentang masa depan kita
Namun semua tinggal cerita lama yang saat diingat hanya membuat, Luka

Tuesday, July 7, 2020

Mungkin

Terkadang tidak semua orang sadar akan kehadiranku
Meskipun sudah jelas aku ada disana
Butuh usaha yang tidak gampang untuk mendapat pengakuan kalau aku itu ada
Mungkin mereka lupa
Mungkin mereka mengira diri ini sudah masuk didaftarnya
Atau mungkin, mereka lupa bahwa aku ini ada
Mungkin, mungkin dan mungkin
Ya, sekali lagi hanya mungkin

Tapi aku yakin tidak semua orang bersikap seperti itu
Masih ada yang peduli akan hadirku
Hanya saja, aku yang tidak terlalu peka akan orang itu

SENJAKU ?

Maukah kau menjadi senjaku dan tenggelam dalam takdirku?
Kalimat yang membuat waktu terasa terhenti sejenak
Merasa semua hanya mimpi
Mencoba untuk mencubit pipi untuk memastikan ini mimpi atau tidak
Rupanya tidak, semua ini nyata
Rasa bimbang mulai muncul, akan keseriusannya
Rasa takut mulai menghantui, takut dalam mengambil setiap keputusan
Takut salah dalam setiap perkataan yang terucap

Ragu, satu rasa yang begitu terasa kala itu
Entah harus bahagia atau sedih
Bahagia saat kalimat itu terucap dari mulutnya
Sedih saat tau kenyataan kedepannya tak semudah apa yang dibayangkan

Terlebih luka yang pernah hadir di masa lalu yang sering menghantui
Membuat hati begitu bimbang, ingin mengadu bahwa ku ragu
Ingin bercerita, bahwa ku bahagia
Tapi, bayang tentang luka masih teringat jelas

Monday, December 9, 2019

Sudah lama rasanya tak menulis apa yang ingin ditulis. Kali ini mungkin berbeda dari tulisanku yang lainnya, karna kali ini ingin berbagi sedikit cerita yang entah bermanfaat atau tidak tapi semoga menjadi pembuka pikiran bagi beberapa orang yang sedang berada pada titik yang sama.

Pernikahan, kata yang tak asing untuk semua orang, bahkan bisa menjadi kata yang menyeramkan untuk didengar bagi sebagian orang yang punya pengalaman pahit dengannya. 
Pernikahan bukan hanya menjadikan kamu dan aku menjadi kita, tapi juga menjadikan dua keluarga menjadi satu, meski pada akhirnya kitalah yang berperan di dalamnya. Sungguh tak mudah untuk berada pada titik temu dalam sebuah pernikahan, berbagai ujian selalu menyertainya. Yakin-ragu-yakin-ragu, hal itu akan selalu ada dalam proses menuju cita-cita yang suci tersebut. Karna yang ku tahu, niat suci akan selalu ingin digagalkan oleh setan yang terus membisikkan keraguan pada setiap langkah yang diambil. Bahkan Allah pun secara perlahan akan memperlihatkan sifat calon pasangan kita, untuk kembali meyakinkan apakah kita akan sanggup untuk hidup dengannya sampai maut memisahkan dan kembali bertemu disurga.
Tak jarang dalam sebuah pernikahan berakhir dengan perpisahan, namun hal itu bisa terjadi karna salah satu atau keduanya (laki-laki dan perempuan) tak memiliki ilmu yang cukup dalam berumah tangga, terlebih ilmu agama, dalam belajar ilmu agama tentu kita akan mengetahui apa sebenarnya tujuan dari sebuah pernikahan.

Hari ini, ku kembali mendengar adanya sebuah perceraian dikarenkan tidak inginnya istri mengalami hidup yang dimulai lagi dari nol bersama suaminya, karena terlalu terlena dengan kehidupan yang serba ada, hingga perceraian menjadi solusi yang dianggap sebagai pemecah persoalan tersebut.

Mendengar hal itu membuatku kembali berpikir, memang benar bahwa pernikahan adalah menjadikan dua masalah menjadi satu, dan akankah ku bisa melalui semua permasalahan bersamanya (dia yang Allah pilihkan untukku)? Semoga bisa, -harapku yang selalu ada dalam harapan dan doa.

Selain tentang hal itu, tak jarang perdebatan kecil sampai besar dipicu oleh penghasilan istri yang lebih besar dari suami. Namun bukankah sebesar apapun penghasilan istri, istri tetap harus patuh terhadap suami karna ridha nya suami adalah ridhanya Allah?


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Semoga kelak aku, kamu, kita, yang sedang berada di titik ini segera kembali sadar, apa sebenarnya niat kita untuk menikah. Apakah hanya unuk mengubah status lajang menjadi menikah ataukah untuk menjalankan sunah Rasullullah.

Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin menyerah Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin berhenti sejenak Namun apakah bol...