Tuesday, February 20, 2024

Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin menyerah
Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin berhenti sejenak
Namun apakah boleh? 
Mungkin untuk sekedar menarik napas panjang atau rehat sejenak boleh tapi tidak untuk menyerah

Melihat sekeliling, mendengar hembusan angin tentang kisah hidup orang lain
Rasanya tak pantas untuk menyerah dan berlalut dalam kalut

Syukur yang harusnya selalu terucap kapanpun dan dimanapun lupa untuk diucapkan
Hingga diri lupa begitu banyak alasan untuk bersyukur tentang apapun yang sudah didapatkan


Tuesday, January 30, 2024

Ada rasa tak ingin bertemu dengan senja karna malam kan tiba

Rasa sunyi dan gelap selalu menjadi kekhawatiran yang biasa

Cahaya bulan yang memayungi langit ikut menambah rindu yang ku rasa

Desiran angin yang lembut memecah suasana


Pertanyaan yang selalu ku tanya tentang rindu

Mungkinkah kau dan aku saling merindu?

Mungkin rindu ku dan rindu mu tak sama

Hanya satu hal yang pasti, Ku rindu

Saturday, January 27, 2024

KENANGAN

Secangkir kopi yang kunikmati saat ini terasa sangat berbeda 
Rasa pahit begitu amat terasa
Padahal takarannya sudah terasa pas
Hanya saja keadaan saat meminumnya yang berbeda

Namun aku tak kan berhenti untuk menikmati secangkir kopi
Sampai rasa kopi tak lagi pahit 
Hingga rindu tak kan terasa sakit
Dan ku bisa mengukir kembali kenangan indah yang ingin ku nikmati

Thursday, June 16, 2022

SATU

Hai, lama tak bersua

Rindu terasa begitu dalam

Dahulu rasanya inginku tinggalkan

Namun ternyata tak bisa

Kamu adalah tempat cerita yang tak menghakmi

Karna kamu tak bersuara

Karna kamu memang tidaklah hidup


Dahulu ku merasa sudah tidaklah perlu bercerita kepadamu

Namun sekarang ku kembali membutuhkanmu untukku bercerita

Banyak sekali yang ingin ku ceritakan

Namun ada satu yang ingin sekali ku rasakan


Diberi pertanyaan, ''Apa kabarmu hari ini?" tanpa harus ku memulai bercerita sendiri

Wednesday, March 17, 2021

Sedang Diuji

Seseorang pernah berkata "kelak ketika kamu akan menikah, kamu pun akan diuji sama seperti orang orang yang akan menikah lainnya. Letak ujiannya pun berbeda beda, ada yang berasal dari diri kamu sendiri, pasangan, orang tua kamu, calon mertua kamu, pihak WO, venue, saudara kamu atau dia dan masih banyak lagi dan itu adalah ujian yang sangat berat kalau tidak ada pihak yang mau mengalah"

Kata-katanya terus teringat dipikiran ini, seolah berkata "ternyata benar, ujian itu berat, sangat berat"
Perasaan ini rasanya campur aduk, sedih, kesal, kecewa, sakit hati, bahkan rasa ingin menyerah pun hadir.
Entah kenapa ternyata rasanya sakit sekali, sesak sekali.

Hanya bisa terus berkata, "sabarlah wahai diri, kuatlah hati, tenanglah pikiran, redakan emosi, lakukanlah terus sampai semua bisa terkendali, karna semua harus siap menerima kehidupan baru yang sangat jauh berbeda saat sendiri"

Aku yakin aku bisa
Aku yakin kamu pun bisa
Siapapun yang sedang diberi ujian, yakinlah kita bisa melaluinya walau penuh dengan usaha yang tidaklah mudah
Saat ujian telah berlalu, katakanlah pada diri sendiri "kamu hebat wahai diri, untuk mampu bertahan dan melewati semua walau sempat untuk menyerah"

Saturday, August 1, 2020

Hanya Perkiraan

Senja terlihat begitu indah
Warnanya membuat mata ini terpesona
Hingga tak bisa kalau tak melihat ke berbagai arah
Tiba-tiba layar hp ku menyala
Ternyata, pesan dari salah satu teman yang bertanya
Kenapa perempuan itu pandai menyembunyikan perasaan?
Kenapa laki-laki tidak boleh membicarakan perempuan lain dihadapan pasangannya?
Seketika pertanyaan itu membuatku merasa tersindir
Seketika mencoba mengingat hal yang telah dilalui
Apakah benar seperti itu?
Ah rasanya tak tahu harus membalas apa
Terlalu banyak perkiraan dalam kepala

Mungkinkah karna perempuan terlalu malu untuk menunjukkan perasaan, ataukah hanya ingin menjaga, atau bahkan karna khawatir yang terlalu berlebihan akan rasa yang tak sama?
Lantas jika laki-laki membicarakan perempuan lain dihadapan pasangannya, bukankah hanya akan membuatnya cemburu?

Semua hanya pemikiranku yang mungkin berbeda dengan pemikiran perempuan lain di luar sana
Bisa menjadi sama atau berbeda karna pola pikir tak selalu sama



Tuesday, July 28, 2020

Mentari dan Pemuda

Terik mentari siang hari
Semangat pemuda yang membara
Satu kesatuan yang digemari
Tak luput dari cerita orang tua

Terik mentari siang hari
Terasa membakar kulit hingga memerah
Tak jarang yang enggan terkena panas sang mentari
Takut mengitam, kata sebagian or

Pemuda yang bermalas-malasan
Pemuda yang enggan berlomba dengan sang waktu
Apakah bisa disamakan dengan perumpamaan itu?
Namun, bagaimanakah yang seharusnya dilakukan?

Membisu

Tak ada yang lebih dingin daripada perjumpaan dua orang pendiam
Perumpamaan yang pernah ku baca
Sempat terpikir, bagaimana bisa terus membisu?
Lalu keadaan menuntunku mengetahui maknanya
Ternyata benar, benar-benar membisu
Terasa dingin, hingga terasa beku

Monday, July 27, 2020

Kegelapan

Mengenal tentang kegelapan yang memiliki perbedaan sudut pandang.

Terkadang tak banyak dari kita suka dengan kegelapan
Alasannya, karena kegelapan menciptakan ketenangan 
Suasana yang tak sedikit membuat kita nyaman
Dengannya, kita bisa membungkam hiruk-pikuk keramaian 
Menepis segala omong kosong orang-orang
Bahkan membunuh segala ocehan kejahatan
Bersama gelap, kita bisa berdiskusi dengan diri sendiri
Mengenai hidup dan mengenai hati
Mengenai baik diri dan mengenai buruk diri

Namun, berbeda dengan lain sudut pandang
Baginya, kegelapan membungkus diri dalam kesunyian 
Membuat takut teringat akan kematian
Baginya pula, kegelapan tidak bisa dijadikan teman
Sebab, kegelapan mengantarkan kita pada kesendirian, juga kesepian

Sunday, July 26, 2020

Kesunyian Malam

Mentari mulai menghilang
Langit mulai menggelap
Bulan dan bintang kini terlihat
Malam, itulah kata yang tepat

Gelap, sunyi, sepi begitu terasa
Tak jarang rasa takut pun menghampiri
Angin yang berhembus pelan
Membuat kesunyian menjadi ketenangan

Kesunyian malam membuat diri mengingat kehidupan
Yang lalu, sekarang bahkan impian masa depan
Malamku selalu dalam ingatan

Saturday, July 18, 2020

MENCINTAI ATAU DICINTAI

Perkara mencintai atau dicintai sudah menjadi hal yang biasa
Mencintai atau dicintai sama sama butuh usaha
Usaha untuk mendapatkan apa yang dicinta
Usaha untuk mempertahankan yang mencinta

Perkara mencintai atau dicintai tak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari
Perasaan yang sering hadir
Perasaan yang tak bisa dipungkiri oleh sang pemilik rasa

Namun, rasa itu sungguh tak biasa
Dan, entah bagaimana rasa itu bisa hadir ke dalam setiap hati
Rasa yang dapat merubah sesorang menjadi orang yang tak biasa
Bahkan dapat merubah kebiasannya

Lalu, tentu tidak salah dengan apa yang yang dirasa oleh pemilik rasa
Hanya saja, ia harus bersiap kapan pun rasa itu membuatnya sakit
Dan bersiap untuk kembali memulai menumbuhkan rasa

Monday, July 13, 2020

Perkara Tentang Luka

Ku rasa tak ada yang suka saat terluka
Tak ada yang justru bahagia karena luka, atau bahkan mungkin tertawa karena luka
Mustahil rasanya
Jika pun ada, mungkin orang itu sudah gila

Perbincangan manusia menyabdakan bahwa luka yang terlihat akan cepat pulih dibandingkan luka tak kasat mata
Orang akan mudah mengobati luka 'sesungguhnya' dengan obat merah, tapi tidak dengan luka yang kasat rasa.
Lukanya jauh lebih pedih kah?
Kebanyakan dari kita terlalu menghayati kesedihan sampai berlarut-larut
Kita tak punya kelapangan hati untuk melupakan. Terlalu inisiatif untuk membalas kesedihan, sampai-sampai kita lupa bahwa luka yang dirasa saat ini tercipta sebagai pengantar kebahagiaan.

Tak ada yang tak pernah terluka, bukan?
Dan masing-masing orang tertimpa luka dengan kadar sedih yang berbeda
Tak mungkin sama
Dan terkadang orang lain tak akan mengerti dengan kadar kesedihan kita
Yang pasti, kesedihan yang kita alami tak mungkin menetap
Ada bahagia yang juga ingin bertamu untuk berpijak
Dan bahagia tak akan pernah salah bertamu dengan tuannya.

Saturday, July 11, 2020

Luka

Bahagiaku bersamamu
Bahagiaku melihat senyum indahmu
Setiap hari bisa melihatmu
Namun kini tak seperti dulu
Semua bahagiaku hilang bersama hilangnya dirimu

Kamu, yang dulu menjanjikan kebahagian
Menjanjikan memberi ketenangan
Dalam setiap peluk hangat yang kau berikan
Namun semua hanyalah kenangan

Kamu, hanyalah sebuah kenangan
Kamu, hanyalah sebuah memori indah yang telah terkubur dalam
Kamu, hanyalah seseorang yang hanya bisa menjanjikan hal indah tanpa kepastian

Kini terasa sungguh berbeda
Hari-hari yang ku lalui terasa hampa
Tertawa tanpa tahu apa yang ditertawakan
Menangis tanpa tahu apa yang membuat air mata terjatuh

Kamu,
Begitu banyak memori yang kita rangkai bersama
Begitu banyak impian tentang masa depan kita
Namun semua tinggal cerita lama yang saat diingat hanya membuat, Luka

Tuesday, July 7, 2020

Mungkin

Terkadang tidak semua orang sadar akan kehadiranku
Meskipun sudah jelas aku ada disana
Butuh usaha yang tidak gampang untuk mendapat pengakuan kalau aku itu ada
Mungkin mereka lupa
Mungkin mereka mengira diri ini sudah masuk didaftarnya
Atau mungkin, mereka lupa bahwa aku ini ada
Mungkin, mungkin dan mungkin
Ya, sekali lagi hanya mungkin

Tapi aku yakin tidak semua orang bersikap seperti itu
Masih ada yang peduli akan hadirku
Hanya saja, aku yang tidak terlalu peka akan orang itu

SENJAKU ?

Maukah kau menjadi senjaku dan tenggelam dalam takdirku?
Kalimat yang membuat waktu terasa terhenti sejenak
Merasa semua hanya mimpi
Mencoba untuk mencubit pipi untuk memastikan ini mimpi atau tidak
Rupanya tidak, semua ini nyata
Rasa bimbang mulai muncul, akan keseriusannya
Rasa takut mulai menghantui, takut dalam mengambil setiap keputusan
Takut salah dalam setiap perkataan yang terucap

Ragu, satu rasa yang begitu terasa kala itu
Entah harus bahagia atau sedih
Bahagia saat kalimat itu terucap dari mulutnya
Sedih saat tau kenyataan kedepannya tak semudah apa yang dibayangkan

Terlebih luka yang pernah hadir di masa lalu yang sering menghantui
Membuat hati begitu bimbang, ingin mengadu bahwa ku ragu
Ingin bercerita, bahwa ku bahagia
Tapi, bayang tentang luka masih teringat jelas

Monday, December 9, 2019

Sudah lama rasanya tak menulis apa yang ingin ditulis. Kali ini mungkin berbeda dari tulisanku yang lainnya, karna kali ini ingin berbagi sedikit cerita yang entah bermanfaat atau tidak tapi semoga menjadi pembuka pikiran bagi beberapa orang yang sedang berada pada titik yang sama.

Pernikahan, kata yang tak asing untuk semua orang, bahkan bisa menjadi kata yang menyeramkan untuk didengar bagi sebagian orang yang punya pengalaman pahit dengannya. 
Pernikahan bukan hanya menjadikan kamu dan aku menjadi kita, tapi juga menjadikan dua keluarga menjadi satu, meski pada akhirnya kitalah yang berperan di dalamnya. Sungguh tak mudah untuk berada pada titik temu dalam sebuah pernikahan, berbagai ujian selalu menyertainya. Yakin-ragu-yakin-ragu, hal itu akan selalu ada dalam proses menuju cita-cita yang suci tersebut. Karna yang ku tahu, niat suci akan selalu ingin digagalkan oleh setan yang terus membisikkan keraguan pada setiap langkah yang diambil. Bahkan Allah pun secara perlahan akan memperlihatkan sifat calon pasangan kita, untuk kembali meyakinkan apakah kita akan sanggup untuk hidup dengannya sampai maut memisahkan dan kembali bertemu disurga.
Tak jarang dalam sebuah pernikahan berakhir dengan perpisahan, namun hal itu bisa terjadi karna salah satu atau keduanya (laki-laki dan perempuan) tak memiliki ilmu yang cukup dalam berumah tangga, terlebih ilmu agama, dalam belajar ilmu agama tentu kita akan mengetahui apa sebenarnya tujuan dari sebuah pernikahan.

Hari ini, ku kembali mendengar adanya sebuah perceraian dikarenkan tidak inginnya istri mengalami hidup yang dimulai lagi dari nol bersama suaminya, karena terlalu terlena dengan kehidupan yang serba ada, hingga perceraian menjadi solusi yang dianggap sebagai pemecah persoalan tersebut.

Mendengar hal itu membuatku kembali berpikir, memang benar bahwa pernikahan adalah menjadikan dua masalah menjadi satu, dan akankah ku bisa melalui semua permasalahan bersamanya (dia yang Allah pilihkan untukku)? Semoga bisa, -harapku yang selalu ada dalam harapan dan doa.

Selain tentang hal itu, tak jarang perdebatan kecil sampai besar dipicu oleh penghasilan istri yang lebih besar dari suami. Namun bukankah sebesar apapun penghasilan istri, istri tetap harus patuh terhadap suami karna ridha nya suami adalah ridhanya Allah?


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Semoga kelak aku, kamu, kita, yang sedang berada di titik ini segera kembali sadar, apa sebenarnya niat kita untuk menikah. Apakah hanya unuk mengubah status lajang menjadi menikah ataukah untuk menjalankan sunah Rasullullah.

Sunday, August 18, 2019

Harapku yang Baru

Begitu banyak rasa yang telah tercipta, sedih dan senang, ragu dan yakin
Terkadang ragu kembali menyapa tapi mengusirnya menjadi hal yang dirasa penting
Pada setiap doa yang terpanjatkan dalam solat, seolah meyakinkan kembali apa yang dipilih

Harapku tak banyak, semoga apa yang dipilih adalah yang terbaik
Semoga langkah yang diambil tidak salah langkah
Dan semoga apa yang disemogakan Ia izinkan untuk disegerakan

Lembaran Baru

Buku yang lalu telah usang dan telah dibuang
Kini, ku dapati yang baru tuk kembali menulis apa yang ku mau
Lembar baru telah dibuka dengan sebait doa
Satu persatu impian kembali di tulis dengan penuh harap

Wednesday, June 5, 2019

Ia pergi, Ramadhan

Lagi lagi ia pergi

Pergi tanpa permisi

Rasanya satu bulan itu kurang

Tak banyak amal yang ku perbuat 


Ramadhan, izinkan aku bertemu lagi denganmu

Izinkan ku dapat kembali memperbaiki amalanku

Izinkan ku kembali menghidupkan malamku

Izinkan perjumpaan itu dapat terwujud. Aamiin


Wednesday, February 20, 2019

Terkadang yang seseorang butuhkan hanyalah pendengar yang baik
Tapi bukan berarti tak butuh pemecah solosi yang unik

Perbincangan tentang jodoh selalu menjadi nomer 1 di kalangan remaja hingga dewasa
Tak jarang dari mereka yang belum menemukan atau dipertemukan dengan jodohnya menjadi stres hingga saat ada yang datang lupa untuk disaring kriteria nomer 1 yaitu agama
Harta, tahta, dan rupa tak jarang menjadi momok pertama yang dilihat saat jumpa
Sampai hal terpenting terlupakan, lupa bahwa ada kehidupan yang menanti setelah dunia tiada
Pernikahan bukanlah hal tentang siapa cepat, dia yang jadi 'JUARA', bukan sudah berapa banyak angka dalam usiamu.
Pernikahan butuh persiapan matang yang harus disiapkan dengan matang, karna semua visi pernikahan akan gagal saat misi masih terlalu berantakan.

Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin menyerah Rasa lelah yang sangat terasa membuat diri ingin berhenti sejenak Namun apakah bol...